Nyeri Panggul: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Nyeri Panggul: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Nyeri panggul adalah kondisi di mana bagian bawah perut terasa sakit. Meskipun nyeri panggul biasanya merujuk pada rasa sakit di organ reproduksi wanita, namun rupanya pria juga bisa mengalaminya.

Nyeri panggul bisa menjadi tanda adanya infeksi pada tulang panggul atau organ dalam, seperti kandung kemih atau usus besar. Disamping itu, khusus pada perempuan, nyeri panggul bisa menandakan adanya masalah pada salah satu organ reproduksi di area panggul. Yuk, simak artikel berikut untuk penjelasan lengkapnya!

Apa itu Nyeri Panggul?

Nyeri panggul adalah masalah yang umum terjadi pada wanita. Berdasarkan waktu terjadinya, nyeri panggul dibedakan menjadi akut dan kronis. Nyeri panggul yang terjadi secara tiba-tiba dan dalam waktu singkat disebut sebagai nyeri akut. Sedangkan sakit panggul kronis dialami penderitanya selama lebih dari 6 bulan.

Perlu diketahui, meski umumnya disebabkan oleh gangguan pada organ, faktor psikologis juga dapat memicu nyeri pada panggul.

Penyebab Nyeri Panggul

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, terdapat dua jenis nyeri panggul berdasarkan waktu terjadinya, yaitu nyeri panggul akut dan kronis. Kedua kondisi tersebut pun didasari oleh penyebab yang berbeda-beda. Adapun penyebab dari nyeri panggul akut adalah:

  • Sembelit atau konstipasi.
  • Radang rongga perut (peritonitis).
  • Penyakit usus buntu (apendisitis).
  • Kista ovarium, baik yang baik atau jinak.
  • Kehamilan ektopik.
  • Penyakit radang panggul.
  • Infeksi saluran kemih.

Sedangkan, penyebab nyeri panggul kronis antara lain:

  • Miom (benjolan yang tumbuh pada dinding rahim).
  • Kerusakan atau terhimpitnya saraf di area panggul.
  • Hernia (benjolan akibat keluarnya organ dalam tubuh melalui jaringan yang melemah di sekitarnya).
  • Endometriosis.
  • Radang panggul kronis.
  • Adenomiosis.
  • Irritable bowel syndrome (sindrom iritasi usus besar).

Gejala Nyeri Panggul

Gejala nyeri panggul dapat bervariasi pada masing-masing individu. Beberapa gejala sakit pinggul ini adalah: 

  • Nyeri lokal yang disebabkan oleh peradangan di area panggul.
  • Kram, bisa disebabkan oleh nyeri haid, gangguan usus, batu ginjal, atau apendisitis.
  • Nyeri secara tiba-tiba yang bisa terjadi karena pembuluh darah di organ panggul tersumbat.
  • Nyeri yang bertambah parah secara perlahan, yang dapat dipicu oleh apendisitis atau obstruksi usus.
  • Nyeri menyebar di seluruh perut, bisa disebabkan oleh peritonitis.
  • Nyeri memburuk saat bergerak atau saat ditekan yang biasa disebabkan oleh peritonitis.
  • Nyeri saat berhubungan seksual, umumnya disebabkan oleh endometriosis, adenomiosis, turun peranakan, atau radang panggul.

Selain itu, ada beberapa gejala lain yang juga dapat menyertai kondisi ini, di antaranya demam diare, keputihan, perdarahan, nyeri saat buang air kecil, mual, linglung, atau penurunan kesadaran.

Cara Mengatasi Nyeri Panggul

Pada umumnya, langkah pengobatan nyeri panggul akan disesuaikan dengan jenis dan penyebabnya. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter diperlukan untuk mendapat penangan yang sesuai.

Sejumlah tindakan yang biasanya dilakukan atau disarankan oleh dokter untuk mengatasi nyeri panggul meliputi:

  • Operasi.
  • Penggunaan kontrasepsi oral.
  • Terapi fisik.
  • Latihan relaksasi otot.
  • Suntikan di titik pemicu nyeri.
  • Terapi perilaku kognitif.

Walaupun jarang dilakukan, cara mengatasi nyeri pada pinggul yang parah, seperti akibat endometriosis atau miom, adalah melalui operasi pengangkatan rahim (histerektomi).

Demikianlah penjelasan mengenai nyeri panggul beserta penyebab, gejala dan cara mengatasinya. Dengan mengetahui penyebab, gejala, dan cara mengatasinya diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mencegah timbulnya nyeri panggul agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu. Semoga artikel ini bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like